Senin, 12 Oktober 2015

MAKALAH STRUKTUR BIROKRASI DALAM SEKOLAH, MOTIVASI KERJA DAN INSENTIF SEKOLAH

STRUKTUR BIROKRASI DALAM SEKOLAH, MOTIVASI KERJA DAN INSENTIF SEKOLAH




Makalah ini Diajukan Sebagai  tugas makalah  Pada Mata Kuliah Admistrasi Pendidikan Jurusan Tarbiyah Prodi Pendidikan Agama Islam(PAI)Kelompok 1
Oleh
NURASMI BURHAN          (02131010)
USHUL KHATIMAH          (02131009)
ISRIANI IDRIS                    (02131022)
FIRMAN SYAM                  (02131011)
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
WATAMPONE
2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang senantiasa melimpahkan rahmat dan ridho-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah  mata kuliah Admistrasi Pendidikan yang berjudul “Struktur Birokrasi dalam Sekolah, Motivasi Kerja dan Insentif Sekolah”.
Shalawat serta salam tetap tercurah kepada Nabi besar Muhammad SAW. Yang mana beliau telah memberikan kita petunjuk kepada jalan yang benar.
Tak lupa, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak selaku Dosen kami dalam pembelajaran mata kuliah Hadits Tarbawi, juga kepada semua teman-teman yang telah memberikan dukungan kepada kami dalam menyelesaikan makalah ini.
Kami menyadari jika dalam menyusun makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, dengan hati yang terbuka kritik serta saran yang konstruktif  guna kesempurnaan makalah ini.
Demikian makalah ini kami susun, apabila ada kata-kata yang kurang berkenan dan banyak terdapat kekurangan, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Dan hanya kepada Allah-lah kita berlindung dan mengharapkan taufiq serta hidayahnya. Amin Ya Rabbal Almin....
Wallahul Muwafieq ilaa Aqwamith Thorieq
 Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Watampone, 7 Maret 2015
Penyusun


DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL
KATA PENGANTAR                                                                                        i
DAFTAR ISI                                                                                                        ii
BAB I PENDAHULUAN                                                                                    1
A.    Latar Belakang Masalah                                                                             1
B.     Rumusan Masalah                                                                                      2
C.     Tujuan Penulisan                                                                                        2
D.    Manfaat Penulisan                                                                                      2
BAB II PEMBAHASAN                                                                                     3
A.    Struktur Birokrasi Dalam Sekolah                                                              3
B.     Pengertian Motivasi Kerja                                                                          5
C.     Pengertian Insentif Sekolah                                                                       7
BAB IV PENUTUP                                                                                             8
A.    Simpulan                                                                                                     8
B.     Saran                                                                                                           9
DAFTAR ISI                                                                                                       






BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan untuk mengembangkan kemampuan dalam bidang administrasi. Ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dilaksanakan bertujuan jangka panjang yaitu agar tenaga administrasi maupun mengembangkan ilmu yang telah dipelajari dan dipraktekkan di sekolah. Administrasi sangat diperlukan bagi kelangsungan proses belajar mengajar dalam dunia pendidikan. Semua itu tidak lepas dari keaktifan orang-orang yang menguasai administrasi dalam sekolah. Orang sering menganggap enteng administrasi tersebut, padahal kalau administrasi dipegang sama orang-orang yang kurang terampil maka administrasi tersebut akan berantakan. Orang yang memegang administrasi adalah orang yang sudah terlatih dalam bidangnya (orang yang sudah mendapat ilmu/ pelatihan). Administrasi tidak hanya dalam hal keuangan saja tetapi juga dalam kerapian/ keteraturan kita dalam pembukuan. Administrasi tidak hanya dilakukan dalam waktu tertentu saja tetapi setiap hari secara kontinyu. Administrasi adalah upaya menjadikan kegiatan kerja sama antara guru dan karyawan agar proses belajar mengajar lebih efektif.
Terbatasnya pengetahuan dari personal tata usaha sekolah akan administrasi sarana dan prasarana pendidikan, serta kurangnya minat dari mereka untuk mengetahui dan memahaminya dengan sungguh sungguh, maka dari itu kami menyusun makalah ini.


B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana strukur birokrasi dalam sekolah ?
2.      Apa definisi motivasi kerja ?
3.      Apa pengertian Insentif Sekolah ?
C.    Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui struktur birokrasi dalam sekolah.
2.      Untuk mengetahui definisi motivasi kerja.
3.      Untuk mengetahui pengertian insentif sekolah.
D.    Manfaat Penulisan
Meningkatkan ilmu pengetahuan kita umumnya dalam bidang admistrasi pendidikan lebih khusus di bidang struktur birokrasi sekolah,motivasi kerja dan insentif sekolah.











BAB II
PEMBAHASAN
A.    Struktur Birokrasi Dalam Sekolah
Birokrasi berasal dari kata bureaucracy (bahasa inggris bureau + cracy), diartikan sebagai suatu organisasi yang memiliki rantai komando dengan bentuk piramida, dimana lebih banyak orang berada ditingkat bawah dari pada tingkat atas, biasanya ditemui pada instansi yang sifatnya administratif maupun militer .
Birokrasi merupakan rasional efesiensi organisasi yang setiap anggotanya hanya bertanggung jawab pada tugas yang dipegangnya dan dia mampu (kompeten) untuk melakukannya.
Sekolah adalah organisasi yang memiliki banyak karakteristik dari organisasi birokratis. Model birokrasi adalah model organisasi yang banyak dijadikan pegangan oleh para administrator sekolah. Berpijak dari sini akan dikaji perilaku sekolah.
Struktur otoritas yang monokratis dalam organisasi birokrasi menyebutkan bahwa setiap bawahan memiliki keahlian lebih rendah dari pimpinan. Asumsi ini tidak berlaku pada organisasi sekolah juga organisasi profesional lainnya. Orang-orang profesional sering memiliki tingkat kompetensi dan keahlian yang lebih tinggi dari pimpinannya. Keadaan inilah yang menyebabkan sering terjadinya ketegangan antara guru dan administrator. Untuk mempelajari birokrasi sekolah dikenal dengan School Organizational Inventory (SOI).
Kharakteristik-kharakteristik birokrasi sekolah dibedakan menjadi dua, yaitu kharakteristik birokrasi termasuk di dalamnya hirarkhi otoritas (kekuasaan),


peraturan bagi pemegang jabatan, prosedur spesifikasi, dan impersonalitas; sedang lainnya termasuk dalam kharasteristik profesional, yaitu spesialisasi dan kompetensi teknis.
Adapun hubungan antara kharasteristik birokrasi dengan kharasteristik profesional sebagai berikut:
Tipe I adalah suatu organisasi sekolah di mana profesionalisasi dan birokratisasi terjadi saling melengkapi; keduanya sama-sama tinggi.
Tipe II adalah suatu organisasi sekolah di mana profesionalisasi rendah, sedang birokratisasi tinggi. Oleh sebab itu, otoritas di dasarkan pada kedudukan dalam organisasi atau hirarkhi. Kegiatan didasarkan pada pemenuhan terhadap peraturan dan pengarahan, sehingga tipe ini disebut authotarian.
Tipe III adalah suatu organisasi sekolah di mana profesionalisasi tinggi dan birokratisasi rendah. Tipe ini memberi penekanan pada pembuatan keputusan didasarkan atas andil dari administrator dan profesional. Staff dipandang sebagai profesional yang memiliki keahlian dan kompetensi untuk membuat keputusan organisasi yang penting. Peraturan dan prosedur merupakan acuan pelaksanaan demi keseragaman. Tipe ini disebut sebagai profesional.
Tipe IV adalah suatu organisasi sekolah di mana profesionalisasi dan birokrasi rendah. Kegiatan sehari-harinya diwarnai dengan kebingunngan dan konflik. Tipe ini disebut dengan kekacauan.


B.     Pengertian Motivasi Kerja
Ada dua pendekatan yang dapat digunakan untuk meninjau dan memahami motivasi, ialah (1) motivasi dipandang sebagai suatu proses. (2). Menentukan karakteristikproses ini berdasarkan petunjuk-petunjuk tersebut dapat dipercaya apabila tampak kegunaannya untuk meramalkan dan menjelaskan tingkah laku lainnya.
Motivasi juga didefinisikan sebagai kekuatan, penggerak, kebutuhan, ketegangan yang kompleks atau mekanisme psikologi internal yang memulai dan memelihara aktivitas ke arah pencapaian tujuan pribadi. Selain itu, pendekatan kognitif terhadap motivasi beranggapan bahwa orang menentukan apa yang mesti dilakukan atas dasar tujuan dan penilaian mereka terhadap alternatif perilaku yang akan mengarah pada tujuan tersebut. Motivasi kerja dipertimbangkan sebagai suatu subklasifikasi dari motivasi secara umum.
Menurut Mc Donald (1959) merumuskan, bahwa.... “Motivation is an energy change within the person cracterized by affective arousal and anticipatory goal reaction,” yang diartikan, bahwa motivasi adalah suatu perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. Dalam rumusan tersebut ada tiga unsur yang saling berkaitan, ialah sebagai berikut:
a.       Motivasi dimulai dari adanya perubahan energi dalam pribadi. Perubahan tersebut terjadi disebabkan oleh perubahan tertentu pada sistem neurofisiologis dalam organisme manusia, misalnya: karena terjadinya


perubahan dalam sistem pencernaan maka timbul motif lapar. Di samping itu, ada juga perubahan energi yang tidak diketahui.
b.      Motivasi ditandai oleh timbulnya perasaan (affective arousal). Mula-mula berupa ketegangan psikologis, lalu berupa suasana emosi. Suasana emosi ini menimbulkan tingkah laku yang bermotif. Perubahan ini dapat diamati pada perbuatannya. Contoh: seseorang terlibat dalam suatu diskusi, dia tertarik pada masalah yang sedang dibicarakan, karenanya dia bersuara/mengemukakan pendapatnya dengan kata-kata yang lancar dan cepat.
c.       Motivasi ditandai oleh reaksi-reaksi untuk mencapai tujuan. Pribadi yang bermotivasi memberikan respons-respons ke arah suatu tujuan tertentu. Respons-respons itu berfungsi mengurangi ketegangan yang disebabkan oleh perubahan energi dalam dirinya. Tiap respons merupakan suatu langkah ke arah mencapai tujuan. Contoh: si A ingin mendapat hadiah, maka ia belajar misalnya mengikuti ceramah, bertanya, membaca buku, menempuh tes, dan sebagainnya.
Motivasi kerja adalah suatu kekuatan potensial yang ada dalam diri seorang manusia, yang dapat dikembangkannya sendiri atau dikembangkan oleh sejumlah kekuatan luar yang pada intinya berkisar sekitar imbalan moneter dan nonmoneter, yang dapat mempengaruhi hasil kinerjannya secara positif atau secara negatif, hal mana tergantung pada situasi dan kondisi yang dihadapi orang yang bersangkutan.


C.    Pengertian Insentif Sekolah/Organisasi
Insentif ialah tujuan yang aktual. Ganjaran (reward) dapat diberikan dalam bentuk konkrit atau dalam bentuk simbolik. Insentif menimbulkan dan menggerakkan perbuatan, jika diasosiasikan dengan stimulans tertentu dalam bentuk tanda-tanda akan mendapatkan sesuatu, misalnya siswa dimotivasi dengan cara-cara atau tanda-tanda tertentu, bahwa dia akan memperoleh uang. kita mengharapkan siswa berupaya lebih keras dengan cara merangsang mereka dengan kemungkinan mendapat hadiah. Dalam hal ini, individu melakukan antisipasi dan mengharapkan sesuatu.
Insentif dibatasi sebagai imbangan organisasi/sekolah pada motivasi individu, di mana pekerja menerima insentif dari organisasi/ sekolah sebagai pengganti karena dia sebagai anggota yang produktif. Dengan kata lain, insentif adalah upah atau hukuman yang diberikan sebagai pengganti kontribusi individu pada sekolah/organisasi.
Chester I. Barnad membedakan insentif menjadi : dorongan khusus, meliputi materi (uang, barang)), nonmaterial pribadi (tanda kehormatan, prestise, power), kondisi kerja yang dikehendaki (penyinaran yang baik, ruang kelas yang bersih), dan sumbangan ide (ide pribadi, tujuan prioritas). Insentif umum, meliputi ketertarikan berkelompok (kecocokan sosial), metode kebiasaan dan sikap (kegiatan rutin sekolah), kesempatan memperluas partisipasi (ikut membuat keputusan), dan komune (didukung oleh organisasi informal dalam memandang sikap pribadi yang semestinya).


BAB III
PENUTUP
A.    Simpulan
1.      Struktur birokrasi dalam sekolah: hirarkhi otoritas (kekuasaan), peraturan bagi pemegang jabatan, prosedur spesifikasi, dan impersonalitas; sedang lainnya termasuk dalam kharasteristik profesional, yaitu spesialisasi dan kompetensi teknis.
2.      Motivasi kerja adalah suatu kekuatan potensial yang ada dalam diri seorang manusia, yang dapat dikembangkannya sendiri atau dikembangkan oleh sejumlah kekuatan luar yang pada intinya berkisar sekitar imbalan moneter dan nonmoneter, yang dapat mempengaruhi hasil kinerjannya secara positif atau secara negatif, hal mana tergantung pada situasi dan kondisi yang dihadapi orang yang bersangkutan.
3.      Insentif ialah tujuan yang aktual. Ganjaran (reward) dapat diberikan dalam bentuk konkrit atau dalam bentuk simbolik. Insentif menimbulkan dan menggerakkan perbuatan, jika diasosiasikan dengan stimulans tertentu dalam bentuk tanda-tanda akan mendapatkan sesuatu, misalnya siswa dimotivasi dengan cara-cara atau tanda-tanda tertentu, bahwa dia akan memperoleh uang. kita mengharapkan siswa berupaya lebih keras dengan cara merangsang mereka dengan kemungkinan mendapat hadiah. Dalam hal ini, individu melakukan antisipasi dan mengharapkan sesuatu.
B.     Saran


Dengan eksistensi makalah kami menerima saran dan kritikan yang sifatnya membangun demi kesempuarnaan makalah ini. Karena kami sadar makalah kami ini masih jauh dari kesempurnaan.





DAFTAR PUSTAKA
Hamalik Oemar. Kurikulum dan pembelajaran. Cet.  XIII; Jakarta: PT Bumi Aksara. 2013.
Sutaryadi. Administrasi Pendidikan. Cet. I; Surabaya: Usaha Nasional. 1990.
http://wawansuand.blogspot.com.
http://www.facebook.com.
http://yudi-wiratama.blogspot.com.


kata motivasi

JANGAN PAKSAKAN PEMAHAMAN KITA
DAPAT DITERIMA OLEH ORANG, KARENA YANG
MUNCUL PASTI ADALAH EMOSI.

KALAU ORANG TIDAK MAMPU MENERIMA
PEMAHAMAN ANDA BUKAN BERARTI ORANG ITU BODOH
ATAU PENENTANG, TETAPI BOLEH JADI ARGUMENTASI
ANDA YANG TIDAK RASIONAL.

AKAL ADALAH PEMBERIAAN ALLAH YANG PALING
 BERHARGA PADA DIRI SEORANG MANUSIA KARENA
 DENGAN AKAL MANUSIA BERBEDA DENGAN BINTANG.

MEMANG AKAL
TIDAK MAMPU MENEMUKAN KEBENARAN MUTLAK,
TETAPI ITU ADALAH PANDANGAN ORANG
YANG TIDAK MAMPU.
DAN JANGAN KETIDAK MAMPUAN INI, KITA
JENERALKAN KEPADA SEMUA ORANG KARENA BOLEH
JADI DIANTARA KITA ADA ORANG YANG MAMPU.

ORANG ARIF ADALAH MEREKA YANG MAMPU
MENERIMA PERBEDAAN.


ANDA SERING MEMBACA PENDAPAT
 ORANG LAIN, LALU KAPAN ANDA BERPENDAPAT
 YANG DIBACA OLEH ORANG LAIN?

KITA SERING MEMBENARKAN SATU PENDAPAT
KARENA ULAMA YANG MENGATAKAN,
PADAHAL BOLEH JADI
PENDAPAT ITU TIDAK SEMUA ULAMA SEPAKAT DARI
 APA YANG KITA ANGGAP BENAR.

JANGAN LIHAT BAJUNYA, JANGAN LIHAT MEREKNYA TETAPI
ANALISALAH APA YANG DIKATAKAN. DAN AMBILLAH
HIKMAH DARIMANAPUN DATANGNYA KARENA HIKMAH ITU
ADALAH MILIK ORANG MUKMIN YANG HILANG.

KALAU DISKUSI,
ORANG YANG BERILMU MEMAKAI OTAK
ORANG BODOH MEMAKAI OTOT.

AKU SERING MENYEBUT NAMAMU KARENA
AKU MENCINTAIMU.

DOA ADALAH SENJATA BAGI
ORANG-ORANG MUKMIN.

JANGAN TAKUT UNTUK BERTANYA, KARENA
SEMUANYA PERTANYAAN ADA JAWABANNYA.

JANGAN TAKUTMENDENGARKAN ARGUMENTASI
ORANG LAIN, KARENA BOLEH
JADI DIA YANG BENAR.

JANGAN CEPAT MENGHUKUMI ORANG KE
DALAM KESALAHAN, KARENA BOLEH JADI
KITA YANG SALAH.

PUISI PEMBEBASAN

Lepaskan ikatan!
Terbanglah melayang! Jangan perdulikan
Kecuali kebenaran
Yang terukir dalam argumentasi yang
Gamblang

Dokma adalah simbol kepalsuan
Terbanglah segera dengan bersayapkan
Argumentasi yang masuk akal, jikalau tidak
Kau akan menjadi manusia palsu.

Jangan lihat sorbannya, jangan lihat terbuai
Dengan kebesarannya, jangan terlena
Dengan kafasihannya
Tapi dengarkan argumentasinya rasional
Atau tidak
Jangan sampai kau tertipu.

Orang inggris bersyair “apabila musim dingin telah tiba, maka yakinlah bahwa musim semi tidak lama lagi.”

Aisyah bersyiar “sesungguhnya dokter terkadang terpedaya dengan
 kemampuannya mengobati!

Ahmad Syauqi bersyair “sesunguhnya kenyataan itu pahit dan keras
Untuk itu, gunakanlah ungkapan yang menyejukkan ketika
Mengutarakannya.

Abu Al Ala’ Al Ma’ari bersyair :
Betapa banyak anak yang meninggal di usia muda,
Seang ibunya yang tua renta masih bernafas panjang
Harapan boleh saja ditangguhkan,
Tapi ingat manusia tidak akan hidup abadi.

Ungkapan orang arab:
Jangan pernah jatuh cinta dengan orang asing,
Karena mereka selalu berpergian.
Ungkapan sastrawan Brazil paulo:
Cinta muncul di haapan kita, namun dengan mudahnya kita memalingkan wajah dirinya. Karena, tidak hanya sekali rasa takut, berdosa, congkak atau menyesal (biasanya) mencegah kita mendekati seseorang dan memberanikan diri untuk menyatakan ‘kami mencintaimu’.

Ungkapan filsuf jerman:
Dengan usaha yang berkesinambungan, anda pasti bisa membuat api dari batu.

Ungkapan satsrawan dan pujangga:
Kita semua mebutuhkan cinta, karena cinta merupakan bagian dari insting dasar manusia, seperti halnya makan, minum, dan tidur.



Tips-tips Agar Hidup Bahagia

Tips-tips Agar Hidup Bahagia
Semua manusia ingin hidupnya bahagia namun, banyak yang bingung dan tak mengerti bagaimana cara mendapatkannya.
Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda lakukan sehari-hari agar hidup bahagia:
1.      Mulailah dengan menjadi pribadi yang menghargai diri sendiri namun juga menghargai orang lain. Anggan menjadi pribadi egois, karena tak seorang pun yang suka dengan orang egois. Orang egois akan sedikit teman dan sulit mendapatkan kebahagian sejati.
2.      Berbagai kebahagian tak akan pernah membuat kita miskin. Berikan orang lain lebih dari yang mereka harapkan dan lakukan itu dengan senang hati. Lihatlah hasulnya, hidup akan lebih bahagia jika kita bisa membahagiakan orang lain. Kebahagian memang ajaib, dia justru bertambah jika kita bagi-bagikan ke orang lain.
3.      Jangan mengobral cinta. Saat mengucapkan, “aku mencintaimu”, seriuslah. Orang yang mudah mengatakan aku mencintaimu pada banyak orang akan sulit mendapatkan cinta yang tulus. Seriuslah dalam membina rumah tangga dan setialah pada pasangan.
4.      Kejar impianmu. Orang yang tidak punya impian adalah orang yang sulit untuk hidup lebih maju dari orang lain.
5.      Belajar kritis. Orang yang kritis biasanya akan bekerja dengan lebih baik dan mendapat pencapaian hidup yang juga baik. Cek dahulu kebenaran suatu beria sebelum bereaksi. Betapa banyak hal buruk terjadi hanya karena emosi dan kurang cek dan ricek.
6.      Jika sampai terjadi percekcokan dengan pasangan, jangan menuding-nuding pasangan dengan telunjuk atau menyebut nama. Itu hanya akan memperkeruh keadaan. Namun jika sampai putus cinta sadarilah bahwa setiap kisah cinta punya cerita tersendiri. Biarkan cerita itu menjadi masa lalu karena esok akan ada cerita lain yang mungkin lebih baik dari sebelumnya.
7.      Berani bertanggung jawab pada semua yang kita lakukan. Jika itu kesalahanmu, minta maaflah dan jangan lakukan kesalahan yang sama. Lantas saat mengucapkan, “Maafka saya”, pandang mata orang itu dengan tulus. Niscaya dia mau memaafkan.
8.      Jangan menyimpan dendam.
Dendam akan menjadi beban berat jika kita menyimpannya di dalam hati. Ini malah membebani pikiran dan bisa jadi sumber penyakit. Jangan sia-siakan energi kita dengan menyimpan dendam. Gunakan energi untuk hal-hal yang positif.
9.      Fokus pada satu masalah.
Jika memiliki beberapa masalah, selesaikan satu per satu. Jangan berfikir untuk bisa menyelesaikan semua masalah sekaligus karena akan membuat kita strees.
10.  Tak perlu mengambil masalah orang lain untuk Anda selesaikan.
Membanru orang lain yang sedang dalam masalah adalah hal yang mulia, tetapi mengambil porsi terbesar untuk menyelesaikannya adalah kesalahan. Biarkan orang tersebut menyelesaikan masalahnya sendiri dengan porsi terbesar.
11.  Jangan hidup di masa lalu.
Mungkin terasa nyaman bagi kita mengingat hal-hal yang menyenangkan di masa lalu tetapi jangan terlena saat ini, karena kita pun bisa merasakan banyak kebahagian di saat sekarang. Kita akan mempunyai perasaan yang jauh lebih bahagia jika merayakan apa yang terjadi saat ini dibanding mengingat kebahagian masa lalu.
12.  Jinakkan strees pada tubuh dengan bergerak atau berolaraga.
Berolaragalah dan perhatikan cara pernapasan yang benar. Atur pernapasan dengan baik dan perlahan. Tarik napas dalam-dalam dua kali sehari, efeknya, saat Anda fokus untuk melakukan pernapasan yang baik, Anda tidak akan fokus pada hal lain. Perubahan sikap mental Anda pada alam bawah sadar di mana Anda bisa menempatkan masakah sessuai dengan persektif dan tempatnya. Membuat tubuh bergerak aktif selama 30 menit atau lebih akan mengalihkan pikiran buruk yang membuat streees. Lakukan gerakan olaraga setiap hari sesering mungkin, karena dalam 24 jam tubuh Anda akan mengalami strees lagi.
13.  Sediakan waktu untuk diri sendiri.
Selama beberapa menit jangan bebruat apa pun kecuali mengistrirahatkan tubuh dan pikiran. Sederhana saja caramya, cari tempat yang sepi dan menyenangkan. Lantas berdiam diri selama 10 hingga 15 menit setiap harinya. Hentikan sementara hirukpiruk keadaan dan tenangkan diri. Cara ini bisa membantu Anda mengenali diri dan menjadikan anda lebih segar dalam memberikan solusi dan mencari ide baru. Karena otak, fisik, dan tubuh Anda punya waktu untuk istirahat sejenak.
14.  Ingatlah bahwa hidup yang bahagia dan kesuksesan besar selalu membutuhkan pengorbanan. Jangan mengeluh kalau sedang mendapat cobaan. Jalani dengan ikhlas. Niscaya selalu ada berkah atau hikmah dibalik sebuah cobaan. Orang yang paling berbahagia di dunia pun pasti mempunyai masalah dan cobaan di dalam hidupnya. Jadi kalau sedang ada masalah sdarilah bahwa masalah itu akan mendapat jalan keluar dari yang maha kuasa.
15.  Selalu bersyukur
Bersyukur dan berterimakasihlah pada tuhan atas semua yang kita dapatka; rezeki, makanan, minuman, kesehatan, persahabatan, cinta, perhatian, prestasi, dan berjuta hal positif lainnya. Kebiasaan bersyukur membantu kita untuk fokus pada kebaikan dan mampu mengerem pikiran negatif dalam benak.


Tips yang dapat membantu menemukan cinta sejati

Tips yang dapat membantu menemukan cinta sejati:
1. Jangan mencarinya. Cinta tidak datang pada seseorang yang mencarinya.
Jika memang Anda baru saja mengakhiri suatu hubungan,
fokuslah pada diri dan kehidupan pribadi terlebih dahulu. Tidak
perlu terburu-buru mencari cinta yang baru, dan nikmati
kesendirian Anda.
2. Beri waktu untuk diri sendiri. Temukan aura positif Anda.
Jika perasaan puas terhadap diri muncul,
maka secara otomatis aura positif itu akan terpancar.
Dan orang di sekitar pun akan melihatnya.
Itulah daya tarik bagi diri Anda.
3. Jika sudah siap untuk membuka lembaran baru bagi hubungan,
maka mulailah memilih karakter pasangan seperti apa yang diidamkan.
Tak hanya dari segi fisik namun juga mental dan
kepribadian.
4. Bergaul dan hang out. Hal itu akan membuka kesempatan bagi Anda untuk
bertemu orang baru. Siapa tahu salah satu di antara mereka adalah
cinta sejati Anda.
5. Berani ambil risiko. Jika suatu hari Anda bertemu dengan seseorang
yang sesuai dengan kriteria cinta sejati, jangan ragu untuk mengambil langkah.
Mulailah perkenalan dan menjalin hubungan. Karena kesempatan
tak datang dua kali.
6. Yang paling penting, cintai diri Anda terlebih dahulu.
Hiduplah dengan bahagia dan jangan pernah melepaskan harapan.
Yakinlah, setiap orang diciptakan berpasangan.
Masalahnya hanyalah mendapatkan orang yang tepat,


di waktu yang tepat.

Tips Bagaimana Caranya Agar Kita Bisa Menikmati Cinta Tanpa Harus Melukai Orang Lain ...

Tips Bagaimana Caranya Agar Kita Bisa Menikmati Cinta Tanpa Harus Melukai Orang Lain:
1. Jangan jadi playboy/playgirl dan hindari playboy/playgirl
2. Jika tidak suka atau biasa saja jangan pacari orang itu, pdkt dulu
3. Katakan cinta jika kita yakin dia adalah pasangan hidup kita
4. Cinta dan nafsu birahi adalah dua hal yang berbeda (no free sex)
5. Carilah orang yang baik, setia, jujur dan cinta kepada kita
6. Jangan pacaran/menikah sebelum dewasa (21 tahun ke atas)
7. Kejarlah cinta sampai ke negeri Cina, berjuanglah demi cinta
8. Berbagilah cinta dengan orang-orang di sekitar kita
9. Cinta tidak harus memiliki. Lupakan dan coba lagi bila gagal
10. Bina cinta yang ada hingga nafas terakhir selamanya
11. Jangan pernah sakiti orang yang kita cintai dengan alasan apapun
12. Cinta sejati tidak dapat dibeli dengan uang tapi pengorbanan
13. Tuhan telah memberikan anda jodoh, temukanlah cinta anda
14. Cinta harus direstui agama, hukum, keluarga & masyarakat


Empat Tanda Cinta Sejati

Empat Tanda Cinta Sejati
Anda dapat menemukan seseorang yang benar-benar sangat cocok untuk dijadikan pasangan hidup dan bahkan memilikinya lebih dari satu dalam hidup Anda. Tetapi kemudian bagaimana Anda benar-benar mengetahuinya dengan yakin?

Berikut bantuan untuk meyakinkan keputusan hubungan Anda:

Ungkapkan keinginan dan mengapa menginginkannya?

Anda harus memiliki kejelasan tidak hanya tentang apa yang Anda ingin dari cinta, tetapi apa yang diinginkan dalam hidup dengan pasangan Anda. Segera setelah mengetahui itu, Anda akan yakin telah masuk dalam suatu hubungan dengan tujuan dan visi yang jelas seperti apa hubungan Anda dengan dia. Menentukan kriteria akan membantu terhindar dari kesulitan terlibat dengan seseorang yang tidak cocok bagi Anda.

Ukur romantisme Anda

Meskipun kedengarannya basi, buatlah daftar harapan pasangan ideal Anda. Isi dengan keinginan pasangan sempurna, istimewa tetapi realistis. Semakin banyak Anda tahu apa yang cocok bagi Anda, semakin mudah menangkap momen kapan dia bisa berjalan bersama Anda.

Cintai diri sendiri

Ada pepatah lama mengatakan: “Anda tidak akan bisa membahagiakan orang lain sampai Anda membahagiakan diri sendiri.” Hal ini tidak hanya akan membantu pada saat bertemu dengan seseorang yang baru tetapi juga membantu Anda memulai hubungan pada saat yang tepat.

Jadilah yang terbaik

Cinta bukan hanya sekedar mencari seseorang yang akan membuat Anda bahagia. Kecocokan akan menghasilkan yang terbaik- mungkin seseorang yang akan membuat Anda menjadi orang yang bahagia dan lebih produktif.

Cara terbaik untuk menemukan cinta sejati adalah pintar-pintarlah memilih seseorang dan jelas mengapa Anda memilihnya.


cinta itu cahaya

Cinta itu cahaya
Cinta itu cahaya. Dan frekuensi getaran cahaya bermacam-macam. Begitu pun cinta, ia memiliki getaran yang berbeda. Ada cinta yang hanya bisa ditangkap oleh mata kepala saja. Ada cinta yang bisa dilihat oleh mata inderawi dan mata akal. Dan, ada yang bisa dipandang oleh ketiga mata, yaitu mata kepala, mata akal, dan mata hati. Dari sinilah, cinta terbagi menjadi tiga macam.
Untuk mendiskusikan tiga macam cinta tersebut, kita coba mengaitkannya dengan surat An-Nur ayat 35 di atas. Dan menurut Sa'id Hawa, dalam kitab Tarbitunâ Ruhiyah (Maktabah Wahbah, 1992), yang dimaksud dengan misykat (dinding tak tembus) pada ayat di atas adalah jasad kita. Adapun zujâjah (kaca) adalah hati kita dan mishbah adalah iman dan Al-Quran. Pendapat beliau ini, bersandarkan keterangan dari Ibnu Katsir, bahwa Abu Ja'far Ar-Razy berkata: "Dari Rabi', dari Ubai Al-'Aliyah, yang berkata tentang firman Allah Swt, "Allah cahaya langit dan bumi, perumpamaan cahaya-Nya", menurutnya, ini adalah perumpamaan seorang mukmin yang telah Allah jadikan iman dan Al-Quran berada dalam hatinya."
Mari kita bahas satu persatu. Pertama, Cinta Misykat. Kata "misykat" artinya lobang tidak tembus. Di rumah bangsa Arab, biasanya ada lobang di dinding yang tidak tembus sampai ke sebelahnya. Lubang ini berfungsi untuk tempat menyimpan lampu, atau barang yang lainnya. Kata misykat ini untuk melambangkan jasad manusia. Sedangkan jasad adalah materi. Dengan kata lain, cinta misykat adalah cinta karena materi; kebendaan.
Cinta misykat ini, dalam kehidupan sehari-hari, sering kita dengan istilah cinta sex appeal dan cinta matre. Cinta sex appeal tertuju pada tubuh seseorang. Contohnya, ketampanan atau kecantikan. Sedangkan, cinta matre pada benda-benda yang melekat pada tubuh atau di luar tubuh seseorang. Misalnya, pada makanan, minuman, pakaian, mobil, rumah, dan seterusnya.
Cinta misykat muncul dari keindahan atau keagungan yang dilihat oleh mata kepala. Sebab objeknya berbentuk materi. Sudah barang tentu, siapa saja yang memiliki mata inderawi, ia akan merasakan cinta ini. Wajar, jika Ustadz Husni Amin menyebut cinta ini dengan sebutan cinta alami atau cinta manusiawi (al-mahabbah ath-thabi'iyah aw al-insâniyah).
Bila cinta ini tidak dituntun oleh akal dan agama, maka akan berubah menjadi hawa nafsu. Banyak manusia yang tertipu dengannya. Mereka menyangka inilah cinta sejati. Padahal itu bukan cinta sejati, itu hanyalah dorongan insting seksualitas (gharizah nau'). Dari sinilah, mungkin, asal-muasal kebanyakan orang memahami cinta itu adalah seks. Mereka memahami dari cintalah akan lahir seks. Dan seks dilakukan juga akan menimbulkan cinta. Padahal itu bukan cinta, tapi itu adalah hawa nafsu, atau syahwat.
Biasanya, cinta misykat dirasakan oleh orang-orang kurang mempergunakan akal dan jauh dari agama. Dorongan menyukai lawan jenis yang muncul dari gharizah an-nau', dimaknai sebagai cinta. Lahirlah cinta monyet. Napa sih, disebut cinta monyet? Sebab, seperti monyet, malu-malu tapi menyimpan keinginan lebih besar daripada pengorbanannya. Cinta kayak begini, banyak terjangkit sama anak-anak yang baru baligh; atau para remaja yang sedang puberitas.
Begitu juga dengan orang-orang yang jauh dari agama, mereka akan terjangkit cinta misykat. Meskipun mereka telah dewasa, tapi karena tidak memegang sebuah prinsip, ia terjebak dengan hawa nafsu. Bahkan, ada yang terperosok pada 'kerak' cinta misykat ini, cinta yang benar-benar hina dan murahan, seperti dalam buku Sex 'n the city: Jakarta Undercover, yaitu cinta karena daging. Cinta mereka hadir, karena ada kebutuhan untuk bersebadan. Tak ada kepentingan lain bagi mereka, selain persoalan daging. Sehingga kehidupan mereka, lebih bejat dari binatang. Kalau binatang mereka diberi insting seksualitas supaya jenis mereka tidak punah. Sementara manusia bercinta karena daging, hanya ingin kepuasan sesaat dan sekejap saja, setelah itu mereka tak mau bertanggung-jawab. Mereka ingin enak saja, tapi tak mau menanggung resiko. Na'ûdzubillah min dzalik.
Ya, cinta misykat berkutat hanya pada persoalan jasadiyah, lahiriyah, dan kulit luarnya saja. Bila cinta sudah tertutup dengan dinding yang bersifat materi ini, maka cahaya kebenaran akan sulit memasuki diri mereka. Cinta mereka hanya cahaya fatamorgana. Mereka mengejar kebahagiaan, ternyata setelah mereka dekati, bukan kebahagiaan yang mereka dapatkan, tapi kesengsaraan. Cinta mereka hanya ingin memuaskan panca indra -mata, telinga, lidah, hidung, dan kulit- dan tubuh saja. Sedangkan panca indra dan tubuh manusia memiliki katerbatasan dan tak pernah terpuaskan. Sebab, sumber kepuasan, bukan dari benda-benda itu.
Biasanya, cinta misykat ini, tidak langgeng. Ia akan mudah berubah dan bosan. Dengan demikian, orang yang memiliki cinta ini, akan menjadi petualang cinta. Sebab, ia tak pernah menemukan kepuasan. Ia akan terus mencoba, mencoba, dan mencoba. Cinta ini juga, lebih banyak ingin 'menerima' daripada 'memberi'. Yang ia lakukan adalah ingin menerima kepuasan, bukan memberikan kepuasaan terhadap orang yang ia cintai. Tentu saja, orang yang ia cintai, lama-kelamaan tak mampu memberi lagi. Akhirnya, terjadilah perpisahan.
Juga, para penganut cinta ini, acapkali memahami cinta adalah 'memiliki' dan 'menguasai'. Cintanya, misalnya, kepada seseorang, tak ubah cintanya kepada barang. Ada semacam kepuasan tersendiri bila ia bisa 'memiliki' dan 'menguasai' seseorang. Makanya terjadilah yang namanya 'penjajahan' dan 'penghambaan' sesama manusia.
Kedua, Cinta Zujajah. Dalam bahasa Arab, zujajah artinya kaca atau cermin. Kamu tahu cermin? Bukankah cermin itu memantulkan cahaya dan pada cermin itu tergambar bayangan orang yang berada di depannya? Antara bayangan dan orang yang bercermin mirip dan serupa. Begitulah cinta ini, akan tumbuh karena ada pantulan cinta dan memiliki persamaan antara orang yang saling mencintai itu.
Cinta ini datang, karena orang tersebut memang layak untuk dicintai. Ia dicintai karena di sana ada penyebab tumbuhnya cinta. Mungkin, inilah yang dimaksud dengan firman Allah, dalam surat An-Nur 35 itu: "kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara." Yah, orang itu memang bagaikan bintang atau mutiara. Bintang merupakan sebuah simbol berada pada tempat yang tinggi. Seorang yang dianggap bintang, bila ia lebih tinggi kedudukan dari yang lainnya. Kelebihan di sini, lebih bersifat abstrak, yaitu apabila salah satu potensinya mencapai kesempurnaan. Seseorang akan dikatakan bintang kelas, apabila potensi kecerdasan di atas yang lainnya. Seseorang akan dikatakan bintang film, bila potensi aktingnya telah sempurna. Seseorang dikatakan bintang penyanyi, manakala potensi tarik suaranya sempurna. Seorang dikatakan bintang masyarakat, jika perannya lebih tinggi di masyarakat. Dan seterusnya.
Secara otomatis, orang seperti ini bagaikan mutiara. Ia sangat berharga dan sulit untuk dicari. Dengan demikian jumlahnya akan lebih sedikit dari penganut cinta sebelumnya. Perbandingannya, seperti jumlah mutiara dengan batu krikil atau pasir. Mereka jadi idaman dan pujaan orang lain. Jadi, mereka dikagumi karena potensi, keahlian, kepribadian, karakter, dan sejenisnya.
Ya, cinta ini bagaikan cermin. Bila cermin (orang yang dicintai) itu bersih, maka ia akan mendapatkan bayangannya dalam keadaan bersih. Sebaliknya, bila cermin itu berdebu, maka gambaran yang muncul akan tidak jelas, bahkan bisa jadi tidak terlihat. Apalagi jika cermin itu bukan cermin datar, misalnya cermin cembung atau cekung, maka bayangannya akan berbeda dengan yang sesungguh, bisa lebih kecil, atau lebih besar, atau bisa terbalik.
Maksudnya, jika keahlian, atau hal-hal yang menumbuhkan cinta di atas, hanya sebatas tipuan, imitasi, atau hal yang dibuat-buat, maka ia akan mendapatkan sesuatu yang jauh berbeda dengan harapannya. Melenceng dari yang tergambar dalam benaknya. Akhirnya, yang ia petik adalah kekecewaan, bukan kebahagiaan.
Nah, bila cinta seseorang tumbuh karena hal-hal di atas, itu sebagai bukti bahwa cintanya adalah cinta zujajah, atau cinta cermin. Sebuah cinta yang timbul karena sisi dalam; atau batin seseorang. Cinta ini, selain muncul karena pencerapan mata kepala, juga karena penglihatan mata akal. Cinta ini, kebalikan dari cinta sebelumnya; cinta misykat. Kalau cinta misykat bersifat materi, maka cinta zujajah karena non-materi. Cinta misykat bersifat jasadiyah, cinta zujajah bersifat batiniyah, atau persoalan hati. Inilah yang dimaksud oleh Sa'id Hawa bahwa zujajah adalah perumpamaan dari hati. Dan Ustadz Husni Amin, menyebut cinta ini dengan istilah cinta ruhani (al-mahabbah ar-rûhâniyah).
Ketiga, Cinta Mishbah. Apa yang dimaksud dengan kata "mishbah'? Kalau kita terjemahkan dalam bahasa Indonesia, mishbah artinya "pelita besar". Lalu, apa pelita besar yang kita kenal selama ini? Jawabannya adalah matahari. Yah, matahari adalah pelita terbesar itu. Dengan demikian, cinta ini adalah cinta bagaikan matahari. Apa keistimewaan matahari itu?
Matahari memiliki keistimewaan tersendiri, diantara ia sebagai poros (pusat) dan memancarkan cahaya tanpa hentinya. Cinta sebagai poros (pusat) akan menebarkan energi untuk mempengaruhi orang-orang yang ia cintai. Cinta ini akan menjadi 'lingkar pengaruh' atau 'stigma 'sehingga orang yang dicintai akan mencintainya juga, setidaknya orang lain akan merasa segan dan menghormatinya. Dengan kekuatan cinta ini, maka orang lain, sangat sulit untuk membencinya.
Sedangkan "memancarkan cahaya tiada hentinya", merupakan simbol ketulusan hati. Bagi mereka, bukan menerima, tapi bagaimana memberi. Ibarat matahari, mereka memberi, memberi, dan terus memberi. Lihatlah matahari yang selalu menebarkan cahaya kepada siapa saja. Selalu setia; setiap pagi hadir. Ia tebarkan cahaya, tanpa pernah mengharapkan cahaya itu kembali kepada dirinya lagi.
Sama halnya, orang yang telah memahami dan merasakan cinta mishbah ini, ia akan terus mencurahkan cinta dan kasih sayang itu kepada siapa saja. Mereka tak pandang bulu, baik itu orang kaya atau miskin, ningrat atau wong cilik, berilmu atau bodoh, orang baik atau orang jahat. Bahkan kepada orang yang jelas-jelas membenci dan memusuhinya, rasa cinta itu tetap ia tebarkan. Hanya saja, bentuk dan caranya saja yang berbeda.
Cinta ini lahir dari kemurnian mata kepala, akal, dan hati yang mendapatkan petunjuk (hidâyah) dari Al-Wadûd (Yang Maha Mencintai), yaitu Allah Swt.. Petunjuk itu adalah iman dan Al-Quran. Inilah yang dimaksud dengan Sa'id Hawa bahwa mishbah perumpaan hati yang disinari oleh iman dan Al-Quran. Dengan kata lain, cinta mishbah muncul bukan karena materi dan non-materi. Apa yang disebut "bukan" materi dan juga "bukan" non-materi? Dia adalah Allah Swt..
Maka, yang dimaksud dengan cinta mishbah adalah cinta karena Allah Swt.. Atau cinta berdasarkan prinsip iman dan Al-Quran. Cinta yang memancar dari nurani yang mendapatkan sinar iman dan Al-Quran. Sedangkan Al-Quran adalah firman Allah. Dengan demikian, cinta mereka bersumber dari Allah. Seperti cahaya matahari yang bersumber dari Allah swt. Cinta seperti inilah cinta yang sejati, yang tak lapuk oleh air hujan dan tak lekang oleh terik panas.
Cinta mishbah, tidak seperti dua cinta sebelumnya, hanya di dunia saja, tapi dari dunia hingga akhirat. Karena iman akan menyatukan hati para pecinta dan orang yang dicintainya baik di dunia ini (QS. Mariam [19]: 96) hingga di akhirat nanti (QS. Az-Zuhruf [43 ]: 67). Sedangkan, tanpa taqwa (taqwa muncul iman), maka di akhirat orang-orang yang saling mencintai akan saling bermusuhan.
Cinta ini terus memijar bagaikan minyak Zaitun. Inilah yang dimaksud dengan firman Allah: "Yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api." (QS. An-Nur [24]: 35). Yah, cinta ini tidak ada di barat, juga tidak di timur. Atau cinta ini lahir, bukan karena jasadiyah seperti cinta misykat, juga bukan karena batiniyah seperti cinta zujajah, tapi cinta ini tumbuh dari, bersama, dan untuk Allah Swt.. Tanpa dipoles apapun, cinta ini akan tetap indah.
Orang yang merasakan cinta ini, jarang sekali, bahkan nyaris tak pernah merasakan kecewa. Sebab, mereka menerima "apa adanya", bukan yang "seharusnya". Juga, karena tak pernah mengharapkan pamrih atau segala bentuk penghormatan. Cinta mereka, benar-benar cinta yang tak bersyarat. Yang ada adalah keikhlasan; semuanya mengharapkan ridla Allah SWT. Cinta ini menurut Ustadz Husni Amin adalah cinta ketuhanan (al-mahabbah al-ilahiyah). Inilah cinta karena Allah semata. Cinta yang mendapatkan tuntunan-Nya. Dan cinta yang membawa para pencinta menemukan cinta sejati dan Pencipta Cinta.